Jakarta, Wabah Zika merebak di Amerika Latin. Virus ini menumpang pada nyamuk yang masih satu spesies dengan Aedes aegypti, yang selama ini dikenal sebagai pemicu demam berdarah.
Berbagai cara pun dilakukan demi mengatasi persoalan ini dengan mengerahkan ratusan ikan, katak dan serangga yang telah dimodifikasi secara khusus untuk menyerang nyamuk-nyamuk pembawa virus Zika.
Di San Diego Beach, El Salvador, para nelayan menggunakan ikan jenis fat sleeper untuk melahap larva nyamuk. "Mereka memakan seluruh larva nyamuk di dalam barel-barel di mana kami menyimpan air," tutur salah satu nelayan setempat, Rafael Gonzales (30).
Menurut sang penggagas, Marielos Sosa, untuk mewujudkan program ini, setiap warga ikut mengambil peranan. Anak-anak dan remaja berinisiatif menangkap ikan-ikan fat sleeper di muara, sedangkan penduduk dewasa mengawasi cadangan air di rumah masing-masing.
Mereka bahkan tak perlu melakukan fumigasi seperti halnya yang dilakukan kota-kota lain di Amerika Latin untuk mencegah persebaran Zika. "Fumigasi memang hanya bisa mengurangi populasi nyamuk dewasa, tetapi tidak begitu efektif memberantas nyamuk yang masih berbentuk larva," jelas Carissa Etienne, kepala Pan American Health Organization, seperti dilaporkan Strait Times.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar